Kita semua tahu, Covid-19 sedang mewabah dan setiap orang beresiko menjadi penghantar (carrier), bahkan menjadi korban atas wabah yang telah menjadi pandemi di dunia termasuk Indonesia.

Siapapun kamu, baik pemerintah, ataupun masyarakat sipil, pastikan upaya penanganan Covid-19 yang kamu lakukan melindungi yang rentan, dan bukan justru mengabaikan mereka.

Caranya? Terapkan tujuh langkah ‘INKLUSI’ ini:

Identifikasi dan kenali Difabel dan kelompok rentan lain di wilayah kerja Anda. Siapa mereka, dimana berada, dan bagaimana hambatan dan kerentanannya?

Naikkan Kesadaran.

Bangun kesadaran mulai dari diri Anda, tim kerja Anda, serta wilayah kerja Anda, bahwa kerentanan mereka perlu menjadi perhatian dalam penanganan Covid-19.

Kembangkan Akses dan Kuatkan.

Akses yang lebih baik atas informasi, layanan fisik seperti sanitasi dan layanan kesehatan, serta layanan non fisik lain seringkali menjadi hambatan utama bagi difabel dan kelompok rentan lainnya. Buat materi komunikasi seaksesibel mungkin, melalui audio, visual dan jika dibutuhkan taktual untuk mengakomodasi keberagaman abilitas. Pastikan fasilitas sanitasi dan saran lain yang terdekat dengan mereka mudah dijangkau semandiri mungkin. Kuatkan kemandirian serta pemahaman mereka, beserta keluarganya.

Libatkan.

Difabel perlu dilibatkan dan didengar suaranya dalam perencanaan, implementasi, bahkan monitoring dan evaluasi program penanganan Covid-19, sebab hanya mereka sendiri yang mengetahui kebutuhan mereka. “Nothing About Us Without Us”.

Arus Utama.

Jadikan kepentingan difabel dan kelompok rentan sebagai bagian dari arus utama penanganan Covid-19. “Bagaimanakah program penanganan Covid-19 yang Anda lakukan dapat memberikan dampak bagi difabel dan kelompok rentan lainnya?” Selalu pastikan program dan kegiatan yang Anda lakukan dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Setara

Dalam situasi darurat apapun, setiap bentuk pertolongan, bantuan, dukungan serta perlindungan yang diberikan tidak boleh melanggar prinsip kesetaraan hak difabel dan kelompok rentan lainnya.

Ingat dan perhatikan kebutuhan khusus individu

Difabel dan kelompok rentan lainya bukan sekelompok orang dengan karakter yang sama. Masing-masing mempunyai karakteristik, keunikan, bahkan kebutuhan yang berbeda-beda. Jadi, tetaplah fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan. Jangan sungkan untuk mendiskusikan keterbatasan Anda pada saat bekerjasama dengan mereka, dan temukan solusi yang dapat disepakati bersama.

Yuk, lebih inklusif dengan 7 langkah “INKLUSI”

Download Infografis format PDF


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *